Bahasa Indonesia: Deklarasi Bersejarah Paus dan Imam Al Azhar: "Tuhan Tidak Perlu Dibela"
Bahasa Indonesia: Laporan “Tuhan Tidak Perlu Dibela” Picu Dialog di Media Sosial
Dalam teologi, Tuhan didefinisikan sebagai Zat Mahatinggi yang menciptakan dan mengatur alam semesta. Ia bersifat absolut, tidak bergantung pada apa pun, dan menjadi sumber keberadaan segala sesuatu. Teolog melihat Tuhan bukan hanya sebagai pencipta, tetapi juga sebagai pengatur hukum moral.
Menurut deisme, Tuhan merupakan pencipta alam semesta, tetapi tidak ikut campur dalam kejadian di alam semesta. Menurut panteisme, Tuhan merupakan alam semesta itu sendiri. Para cendekiawan menganggap berbagai sifat-sifat Tuhan berasal dari konsep ketuhanan yang berbeda-beda.
Arti Kata Tuhan adalah Tuhan n 1 sesuatu yg diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sbg yg Mahakuasa, Mahaperkasa, dsb: -- Yang Maha Esa; 2 sesuatu yg dianggap sbg Tuhan: pd orang-orang tertentu uanglah…
“Allah” berbicara tentang identitas pribadi Sang Pencipta, sedangkan “Tuhan” menekankan otoritas dan relasi yang mengikat kita dengan-Nya.
Definisi/arti kata 'tuhan' di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah n 1 sesuatu yang diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sebagai yang Mahakuasa, Ma
Di Yunani, kata theikos berarti sifat atau kekuatan yang maha dahsyat/serupa tuhan. Maka teo-logi adalah kajian tentang hakikat Tuhan dan relasi Tuhan dengan umat manusia. Kata " god" /tuhan dalam bahasa Inggris merupakan istilah Jerman yang pertama kali digunakan di abad ke-6 dalam Christian Codex Argenteus.
Alkitab tidak memberikan satu definisi khusus tentang Tuhan. Sebaliknya, Alkitab mengasumsikan keberadaan Tuhan sejak awal dan menyingkapkan sifat dan pekerjaan-Nya secara menyeluruh. Tuhan dipahami sebagai makhluk tertinggi dan pencipta alam semesta. Tuhan adalah Pencipta Kita.
Dalam al-Quran kata “Tuhan” dipakai untuk sebutan tuhan selain Allah, seperti menyebut berhala, hawa nafsu, dan dewa. Namun kata “Allah” adalah sebutan khusus dan tidak dimiliki oleh kata lain selain-Nya, kerena hanya Tuhan Yang Maha Esa yang wajib wujud-Nya itu yang berhak menyandang nama tersebut, selain-Nya tidak ada, bahkan tidak boleh.