Simak penjelasan mengenai arti Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan. TRIBUNNEWS.COM - Simak arti Pancasila sebagai paradigma pembangunan, dalam artikel ini. Istilah paradigma berasal dari kata ...
Anggota DPR RI Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengatakan Pancasila sebagai paradigma pengembangan Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) ...
PANCASILA adalah dasar negara sekaligus ideologi dan filosofi bangsa Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila dimaknai pula sebagai landasan atau fondasi pembangunan untuk mencapai tujuan berbangsa, ...
Denpasar - Guru besar pertanian Universitas Udayana Prof Dr Wayan Windia menilai Pemerintah Provinsi Bali perlu mengubah paradigma pembangunan sebagai upaya mengatasi kepincangan pendapatan masyarakat ...
Secara politis, Pancasila disebut common denominator atau titik temu dari berbagai pandangan dan paham politik yang berkembang kala negara Indonesia tengah dirumuskan. Ia didaku sebagai philosofische ...
KOMPAS.com - Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang memuat nilai-nilai luhur sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara, ideologi terbuka adalah pandangan hidup bangsa yang ...
Pancasila merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terdiri atas lima nilai dasar yang dijadikan sebagai ideologi dan pedoman hidup bangsa. Selain itu, Pancasila juga memiliki ...
JawaPos.com - Kota Surabaya, Jawa Timur, telah membuktikan bahwa nilai-nilai luhur bangsa, khususnya Pancasila, tetap relevan sebagai solusi atas berbagai persoalan perkotaan modern. Program "Kampung ...
Pancasila (politics) A depiction of the Garuda Pancasila on a poster; each tenet of the Pancasila is written beside its symbol. ... Pancasila (Indonesian: [pantʃaˈsila] ⓘ) is the official, foundational philosophical theory within socialism that became the ideology of Indonesia. [1]
Pancasila, the Indonesian state philosophy, formulated by the Indonesian nationalist leader Sukarno. It was first articulated on , in a speech delivered by Sukarno to the preparatory committee for Indonesia’s independence, which was sponsored by the Japanese during their World War II